Monday, 24 November 2014

Pendidikan sebagai Cerminan Bangsa

belajar1


Menjelang dua puluh lima tahun usaha kita dalam pembangunan nasional khususnya dalam pendidikan telah membuahkan banyak hasil yang membesarkan hati walaupun banyak masalah-masalah yang muncul akibat keberhasilan yang dicapai itu. (Tilaar:1991:6).

       Keberhasilan suatu bangsa tidak akan terlepas dari kemajuan pendidikannya. Sebagai manusia dizaman modern ini, sangat dibutuhkan suatu antisipasi menghadapi era globalisasi yang menjadi ‘momok’ bagi generasi penerus yang kita harapkan.

       Pada era yang penuh tantangan ini, dunia akan ditandai dengan beberapa perubahan penting dalam berbagai bidang kehidupan. Dari beberapa survei dan analisis, diketahui bahwa masyarakat telah mengalami era perubahan, perubahan masyarakat pertanian ke masyarat industri. Pasca industri, mereka beralih kepada masyarakat informasi. Industri-industri manufaktur telah banyak menggantikan kegiatan industri tradisional. Perkembangan teknologi mengakibatkan perubahan pula dalam struktur lapisan sosial sebagai akibat perkembangan berbagai bidang profesi yang merupakan salah satu ciri dari masyarakat modern.

       Negara Indonesia merupakan negara berkembang. Dibandingkan dengan negara-negara berkembang, pendidikan di negara-negara maju yang notabene negara industri memiliki ciri-ciri yang lebih baik, khususnya penduduk yang buta huruf lebih sedikit, angka partisipasi pendidikan tinggi, anggaran pendidikan lebih tinggi, dan adanya kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih merata dan keadilan untuk setiap warga negara. Tilaar (1991) mengemukakan bahwa tingkat partisipasi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di negara-negara maju pada saat ini sudah mencapai 30 %. Sedangkan di negara-negara berkembang seperti Indonesia umumnya angka partisipasinya hanya mencapai angka 15%. Pada masa sebelum tinggal landas, rata-rata tingkat penduduknya yang buta huruf lebih rendah dibanding dengan negara-negara berkembang. Beberapa negara industri menghadapi kesenjangan dalam pendapatan dan pelayanan masyarakat. Tetapi sebaliknya di negara-negara non industri yang pada umumnya negara-negara berkembang, masalah-masalah pendidikan seperti kualitas, relevansi, belum meratanya layanan pendidikan, dan kecilnya anggaran yang bersifat internal terjadi. Oleh karena itu, penting bagi suatu negara bersiap menghadapi arus modernisasi dan globalisasi pada abad ke 21 ini. Sudah saatnya untuk memantapkan integritas budaya dan kepribadian bangsa sejak awal melalui pendidikan.

Peran Mahasiswa

Menurut Knoptemachur, mahasiswa merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi diharapkan menjadi calon-calon intelektual. Mereka diharapkan memiliki kepekaan tinggi terhadap lingkungan dan memiliki pemikiran kritis yang didambakan masyarakat. Mereka juga merupakan motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet suatu peradaban terletak di pundak kita sebagai mahasiswa. Baik buruknya nasib masyarakat kelak, bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini.

       Di mata masyarakat pada umumnya, mahasiswa adalah agen perubahan sosial karena mahasiswa selaku insan akademis, dipandang memiliki kekuatan intelektual yang lebih sehingga kepekaan dan nalar yang logis diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan dan sosial masyarakat. Sudah menjadi konsekuensi seorang mahasiswa untuk mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sebagai suatu kebutuhan pribadi dan masyarakat. Fungsi kontrol sosial yang dimiliki mahasiswa sangat berguna bagi pembangunan demi kemajuan bangsa.

       Mahasiswa yang sudah mapan berpikir adalah mahasiswa yang tidak sekedar mementingkan akademik semata, namun jauh tersirat dalam benaknya tentang arti dari kualitas hidupnya sebagai pribadi yang rela mengabdi untuk masyarakat. Sebagai pribadi yang mampu melihat permasalahan disekitarnya dan menjadi bagian dari penyelesaiannya. Sehingga ia mampu menggerakkan dan mengerahkan potensi yang dimilikinya dan menjadi bagian penentu arah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

No comments:

Post a Comment