Sebagai
seorang manusia, sudah menjadi kebutuhan kita untuk selalu belajar.
Para pendahulu mengajarkan kita untuk belajar sepanjang waktu. Belajar
itu tak mengenal usia. Belajar itu memahami, bukan hanya menghafal yang
bisa terlupakan kapanpun. Manusia perlu untuk selalu belajar agar dapat
naik ke tahapan selanjutnya.
Belajar memang tidak mudah, karena itu
penting. Berbagai rintangan juga akan siap untuk kita taklukan.
Seseorang yang belajar untuk mengajak kepada kebaikan, ia akan mengalami
penolakan, tidak semuanya akan menyambut riang gembira kebaikan yang
diajakkan. Rasa gagal akan menghantui diri. Kecewa juga sering
menyambangi diri. Diri kecewa karena sikap acuh tak acuh mereka, bisa
saja beranjak menjadi orang yang apatis dan tidak mau mengajak kepada
kebaikan.
Yuk, coba kembali membuka kisah tentang
Penduduk Pesisir Pantai dan Laut. Sabtu adalah hari kemuliaan mereka,
dimana mereka tidak boleh bekerja demi dunia dan mereka harus beribadah
kepada Tuhannya. Sedangkan pada hari sabtu, ikan-ikan laut begitu mudah
untuk ditangkap. Suatu ketika, sebagian penduduk sudah tidak tahan lagi,
mereka meninggalkan larangan hari sabath dan pergi menjaring ikan,
sebagian mengingatkan, sebagian lagi mengabaikan. datanglah sebuah
peringatan dari Allah, ia membinasakan penduduk yang melanggar dan yang
tidak mengingatkan saudaranya.
Kembali lagi ke akibat ditolak, bisa saja
diri merasa gagal, tidak mampu untuk mengajak orang sekitar pada
kebaikan, merasa putus asa bagaimana nasib generasi selanjutnya jika
para pendahulu saja enggan untuk memulai perbaikan. Bersikap tenang dan
optimis adalah hal yang harus dilakukan, harus tetap percaya bahwa
semuanya akan baik-baik saja karena selalu ada Allah disisi.
Namanya juga belajar, ada yang namanya
kegagalan. Manisnya perjuangan hanya bisa dirasakan oleh mereka yang
benar-benar sudah merasakan jatuh, terseok, bangkit, jatuh, bangkit,
jatuh, dan bangkittttttttttt teruuuuuuuuusss.. Tetap semangat belajar,
melakukan perbaikan.. J (SN)

No comments:
Post a Comment