Man Jadda Wajada
merupakan sepenggal mantra sakti yang memiliki makna mendalam dan mampu
memberikan semangat luar biasa pada ruh gersang akan perjuangan. “Siapa
yang bersunguh-sungguh, maka akan berhasil,” begitulah arti ungkapan
dalam bahasa Arab ini. Man jadda wajada memang bukan hadits
tapi selaras dengan sunnatullah. Ketetapan yang mengatakan bahwa,
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sutau kaum kecuali kaum
itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka,” (Q.S.
Ar-Ra’d:11)
Saat ini, dinegeri kita berpijak,
Indonesia mengalami keterpurukan dalam berbagai bidang, baik ekonomi,
pendidikan, moral, dan sebagainya. Akan tetapi, kita patut bangga karena
kita banyak menoreh prestasi baik ditingkat Asia Tenggara maupun
Internasional. Sekilas, kita sebagai warga negara Indonesia merasa
‘hidup dengan aman, damai, dan ramah’. Negara ini sangat aman bagi para
penjahat kelas teri bahkan kelas kakap, koruptor, pembunuh, pengedar
narkoba, misal. Negara ini sangat damai bagi orang yang memiliki uang.
Asal punya uang, semua bisa damai. Asal punya uang, pelanggaran lalu
lintas bisa menjadi permainan uang. Asal punya uang, kita bisa membeli
orang. Negara ini sangat ramah bagi orang-orang yang punya jabatan dan
kedudukan. Lalu, bagaimana masyarakat Indonesia yang menginginkan
kedamaian akan hidup dengan aman jika negara ini “mengamankan” para
penjahat? Lalu bagaimana kedamaian akan menyelimuti orang-orang yang tak
memiliki uang untuk mendamaikan kehidupannya? Lalu, apakah keramahan
yang diberikan pada tamu mancanegara akan diberikan juga pada tuan
rumah? Jawabannya pasti anda sudah tahu. Itulah kondisi negara kita
tercinta saat ini, kita patutnya meyakini bahwa di bumi pertiwi ini
kitalah calon negarawan-negarawan yang ditunggu untuk menjadikan
Indonesia kembali aman, damai, dan ramah dalam arti yang
sebenar-benarnya. Kita? Ya, kita.
Siapa kita...?
Kitalah pemuda-pemudi Indonesia. Seorang
yang semangat juangnya menggebu-gebu, berani memberontak pada kelaliman
penguasa atau sistem yang semena-mena. Kitalah pemuda yang tak mudah
patah arang meski tak memiliki pedang, bermodalkan tekad dan semangat.
Pemuda dijalan perjuangan yang memiliki
idealisme kuat, semangat dan ide-ide mantap. Seringkali kita bertanya,
apa yang bisa kita berikan untuk negeri kita tercinta ini?
Padahal jika kita mau, ada banyak hal
yang mampu kita usahakan. Ya, seringkali kemampuan kita hanya berbatas
pada kemauan, Jika saja kita optimis. Sekarang itu saatnya kita belajar
dengan giat. Setelah kita berhasil menduduki tempat strategis, baru kita
mempengaruhi kebijakan agar mengarah ke penyelesaian-penyelesaian atas
berbagai masalah yang terjadi. Namun, jangan pernah lupa bahwa kita juga
harus mempunyai arus yang kuat, mustahil bagi kita sendiri bertindak
melawan arus, berharap arus akan berubah begitu saja.
Begitu banyak tugas yang harus kita
selesaikan, tentu bukan perkara mudah. Akan tetapi mari kita lihat dari
sudut pandang luas dan positif agar dapat memberikan jawaban. Membantu
sedikit itu masih namanya membantu daripada tidak. Melakukan sedikit itu
masih ada hasilnya daripada tidak. Darimana datangnya banyak kalau
bukan dari sedikit? Darimana datangnya kesadaran kalau tidak ada yang
memberi contoh? Karena itu saya ingin menjadi salah satu pelopor dan
melakukannya untuk mengurangi permasalahan bangsa ini melalui:
a. Jembatan Informasi
Bersama organisasi mahasiswa, mahasiswa
bisa mengadakan penyuluhan, menulis di koran, majalah atau media online,
menjadi guru bimbingan belajar bagi mereka yang kurang mampu,
demonstrasi, seminar rakyat, workshop, diskusi publik, dan lain-lain.
b. Bakti Sosial
Kita bisa mengurangi kekurangan pangan
dengan berbagi nasi, mengumpulkan dana bantuan bencana alam,
sukarelawan, mengumpulkan baju layak pakai, membantu pembangunan sarana
dan prasarana desa, membentuk posko-posko konsultasi, dan lain-lain.
c. Lingkungan
Mengadakan acara menanam pohon, kerja bakti, menjadi pelopor kebersihan, anti pencemaran, dan lain-lain.
Mahasiswa sebagai rakyat yang berada di
antara masyarakat juga bisa menjadi pengumpul dan penyalur aspirasi
masyarakat melalui kegiatan kemahasiswaan. Dalam bidang keilmuan,
mahasiswa dapat melakukan kajian dan penelitian, menemukan dan
menginovasikan gagasan. Setiap mahasiswa yang fokus terhadap bidangnya,
tetap bisa berkontribusi sebagai solusi dari kemunduran yang terjadi di
negeri ini.
Pada akhirnya sebuah solusi tanpa
tindakan hanya berbuntut kegagalan. Perlunya kesungguhan itu dibarengi
dengan kerja keras dari semua entitas. Jangan hanya berkacak pinggang
untuk menyalahi kebijakan umum, marilah bersama membangun Indonesia
dengan sebenarnya cinta dan kesungguhan. Cinta tanah air dan perjuagan.
Mari berkaca pada cermin, apa-apa yang ternyata belum dapat kita
sumbangsihkan dan mulailah untuk menjaga kebermanfaatn diri untuk
orang-orang sekitar.
“Bukan kurangnya kemampuan yang melemahkan kehidupan, tetapi tidak cukupnya kesungguhan untuk menggunakan kemampuan yang ada.”

No comments:
Post a Comment