Monday, 24 November 2014

Man Jadda Wajada


Man_Jadda_WaJada


      Man Jadda Wajada merupakan sepenggal mantra sakti yang memiliki makna mendalam dan mampu memberikan semangat luar biasa pada ruh gersang akan perjuangan. “Siapa yang bersunguh-sungguh, maka akan berhasil,” begitulah arti ungkapan dalam bahasa Arab ini. Man jadda wajada memang bukan hadits tapi selaras dengan sunnatullah. Ketetapan yang mengatakan bahwa, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sutau kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka,” (Q.S. Ar-Ra’d:11)

        Saat ini, dinegeri kita berpijak, Indonesia mengalami keterpurukan dalam berbagai bidang, baik ekonomi, pendidikan, moral, dan sebagainya. Akan tetapi, kita patut bangga karena kita banyak menoreh prestasi baik ditingkat Asia Tenggara maupun Internasional. Sekilas, kita sebagai warga negara Indonesia merasa ‘hidup dengan aman, damai, dan ramah’. Negara ini sangat aman bagi para penjahat kelas teri bahkan kelas kakap, koruptor, pembunuh, pengedar narkoba, misal. Negara ini sangat damai bagi orang yang memiliki uang. Asal punya uang, semua bisa damai. Asal punya uang, pelanggaran lalu lintas bisa menjadi permainan uang. Asal punya uang, kita bisa membeli orang. Negara ini sangat ramah bagi orang-orang yang punya jabatan dan kedudukan. Lalu, bagaimana masyarakat Indonesia yang menginginkan kedamaian akan hidup dengan aman jika negara ini “mengamankan” para penjahat? Lalu bagaimana kedamaian akan menyelimuti orang-orang yang tak memiliki uang untuk mendamaikan kehidupannya? Lalu, apakah keramahan yang diberikan pada tamu mancanegara akan diberikan juga pada tuan rumah? Jawabannya pasti anda sudah tahu. Itulah kondisi negara kita tercinta saat ini, kita patutnya meyakini bahwa di bumi pertiwi ini kitalah calon negarawan-negarawan yang ditunggu untuk menjadikan Indonesia kembali aman, damai, dan ramah dalam arti yang sebenar-benarnya. Kita? Ya, kita.

Siapa kita...?

Kitalah pemuda-pemudi Indonesia. Seorang yang semangat juangnya menggebu-gebu, berani memberontak pada kelaliman penguasa atau sistem yang semena-mena. Kitalah pemuda yang tak mudah patah arang meski tak memiliki pedang, bermodalkan tekad dan semangat.

Pemuda dijalan perjuangan yang memiliki idealisme kuat, semangat dan ide-ide mantap. Seringkali kita bertanya, apa yang bisa kita berikan untuk negeri kita tercinta ini?

Padahal jika kita mau, ada banyak hal yang mampu kita usahakan. Ya, seringkali kemampuan kita hanya berbatas pada kemauan, Jika saja kita optimis. Sekarang itu saatnya kita belajar dengan giat. Setelah kita berhasil menduduki tempat strategis, baru kita mempengaruhi kebijakan agar mengarah ke penyelesaian-penyelesaian atas berbagai masalah yang terjadi. Namun, jangan pernah lupa bahwa kita juga harus mempunyai arus yang kuat, mustahil bagi kita sendiri bertindak melawan arus, berharap arus akan berubah begitu saja.

Begitu banyak tugas yang harus kita selesaikan, tentu bukan perkara mudah. Akan tetapi mari kita lihat dari sudut pandang luas dan positif agar dapat memberikan jawaban. Membantu sedikit itu masih namanya membantu daripada tidak. Melakukan sedikit itu masih ada hasilnya daripada tidak. Darimana datangnya banyak kalau bukan dari sedikit? Darimana datangnya kesadaran kalau tidak ada yang memberi contoh? Karena itu saya ingin menjadi salah satu pelopor dan melakukannya untuk mengurangi permasalahan bangsa ini melalui:

a. Jembatan Informasi

Bersama organisasi mahasiswa, mahasiswa bisa mengadakan penyuluhan, menulis di koran, majalah atau media online, menjadi guru bimbingan belajar bagi mereka yang kurang mampu, demonstrasi, seminar rakyat, workshop, diskusi publik, dan lain-lain.

b. Bakti Sosial

Kita bisa mengurangi kekurangan pangan dengan berbagi nasi, mengumpulkan dana bantuan bencana alam, sukarelawan, mengumpulkan baju layak pakai, membantu pembangunan sarana dan prasarana desa, membentuk posko-posko konsultasi, dan lain-lain.

c. Lingkungan

Mengadakan acara menanam pohon, kerja bakti, menjadi pelopor kebersihan, anti pencemaran, dan lain-lain.

Mahasiswa sebagai rakyat yang berada di antara masyarakat juga bisa menjadi pengumpul dan penyalur aspirasi masyarakat melalui kegiatan kemahasiswaan. Dalam bidang keilmuan, mahasiswa dapat melakukan kajian dan penelitian, menemukan dan menginovasikan gagasan. Setiap mahasiswa yang fokus terhadap bidangnya, tetap bisa berkontribusi sebagai solusi dari kemunduran yang terjadi di negeri ini.

Pada akhirnya sebuah solusi tanpa tindakan hanya berbuntut kegagalan. Perlunya kesungguhan itu dibarengi dengan kerja keras dari semua entitas. Jangan hanya berkacak pinggang untuk menyalahi kebijakan umum, marilah bersama membangun Indonesia dengan sebenarnya cinta dan kesungguhan. Cinta tanah air dan perjuagan. Mari berkaca pada cermin, apa-apa yang ternyata belum dapat kita sumbangsihkan dan mulailah untuk menjaga kebermanfaatn diri untuk orang-orang sekitar.

 “Bukan kurangnya kemampuan yang melemahkan kehidupan, tetapi tidak cukupnya kesungguhan untuk menggunakan kemampuan yang ada.”

No comments:

Post a Comment